14 Februari 2009

Pesan Instant

Setelah menunggu beberapa bulan akhirnya pada hari Sabtu 14 Februari 2009 Pesan Instant / Instant Message yang terdiri dari Yahoo, MSN, AIM, Skype, ICQ dan Google Talk telah online.

Pesan Instant ini dapat dilihat pada halaman detail produk, kontak person serta template halaman depan masing-masing perusahaan.

Berikut tampilan pesan instant:



Dengan adanya pesan instant ini diharapkan para anggota maupun pengguna internet lainnya dapat mengetahui status pesan instant dari anggota productsdb.com apakah online maupun tidak sehingga dapat dilakukan komunikasi lansung antara perusahaan dengan pihak pembeli / customer.

12 Februari 2009

Apa Saja Hal-Hal yang Perlu Dievaluasi ?

  1. Bagaimana kondisi keuangan usaha Anda?
    Ini adalah tahap pertama, dimana Anda dapat mengetahui maju mundurnya usaha Anda dan mengukur kinerja usaha Anda melalui evaluasi keuangan.

  2. Bagaimana kondisi pasar bisnis Anda?
    Naik turunnya kondisi pasar sangat berpengaruh pada roda usaha Anda. Karena itu Anda tidak boleh melepaskan pandangan Anda dari kondisi pasar. Suatu saat akan terjadi perubahan yang menuntut Anda peka dan mengetahui dengan cepat bagaimana permintaan atau perubahan pasar, untuk segera diantisipasi dan kembali mengikuti selera pasar.

  3. Bagaimana dengan pasar usaha sasaran?
    Apakah produk Anda sudah sesuai dengan kebutuhan pasar? Indikator kegiatan usaha yang sehat atau berhasil biasanya ditandai dengan tepatnya pemilihan terhadap kebutuhan atau selera, biaya, kenyamanan, dan komunikasi dengan konsumen, serta pemilihan SDM yang tepat.

  4. Bagaimana kemajuan usaha Anda?
    Coba Anda tinjau kembali secara berkala (paling sedikit 6 bulan)

  5. Bagaimana tahapan pertumbuhan dan pengembangan usaha Anda?
    Bagaimana hasil dari sasaran jangka pendeknya? Apakah ada pencapaian keuntungan dan pertumbuhan seperti yang diharapkan? Bagaimana pangsa pasarnya? Apakah memenuhi target?

  6. Bagaimana kepemimpinan Anda?
    Apakah Anda stress, atau hilang semangat? Apakah Anda kehilangan visi serta energi yang pernah Anda miliki pada saat pertama kali membuka usaha?
Agar Anda dapat lebih terarah, dibawah ini dipaparkan langkah-langkah untuk mengelola usaha secara sehat, yaitu:
  1. Penetapan strategi dan arah usaha Anda
    Kemampuan menilai situasi dan lingkungan usaha Anda yang sekarang
    Kemampuan membuat perkiraan dan perencanaan usaha dengan arah yang benar

  2. Mencari dan memperkerjakan tim/karyawan Anda dengan perencanaan SDM yang terencana
    Mampu meninjau ulang kembali pendistribusian pembagian kerja dan arus kerja yang benar

  3. Mendelegasikan tugas dan kewajiban mengelola usaha
    Mampu mendidik dan melatih tim/karyawan Anda
    Memberi motivasi dan arah sasaran yang sama
    Kemampuan memperbaiki kinerja yang buruk
    Memelihara semangat yang tinggi pada tim/karyawan dalam situasi apapun juga
Langkah-langkah diatas berguna bagi Anda untuk menetapkan sasaran, mengukur kinerja tim/karyawan, mengkaji kinerja, serta mengambil tindakan perbaikan.

Kapan Melakukan Evaluasi?

  1. Secara rutin/berkala
    Anda bisa melakukan evaluasi bulanan, triwulan, ataupun tahunan. Biasanya yang paling sering dilakukan adalah evaluasi triwulan menyangkut evaluasi kegiatan sehari-hari (seperti pendapatan dan pengeluaran), dan tahunan untuk evaluasi secara lengkap yang mencakup laporan keuangan, persaingan usaha, SDM, dan lain sebagainya. Evaluasi berkala sangat baik manfaatnya, karena dengan adanya evaluasi secara rutin maka masalah-masalah yang timbul bisa lebih cepat diatasi dan peluang untk pengembangan bisa lebih cepat dimanfaatkan.

  2. Secara Insidental
    Evaluasi secara insidental dilakukan setiap saat apabila (umumnya) terjadi masalah yang dirasakan cukup signifikan pada usaha Anda. Evaluasi seperti ini biasanya dilakukan apabila terjadi masalah atau kemunduran pada usaha. Evaluasi ini sebenarnya kurang baik, karena masalahnya sudah terjadi dan tindakan pencegahan pun sudah tidak bisa dilakukan. Yang terpenting adalah tindakan koreksi. Dengan adanya evaluasi rutin yang baik, diharapkan masalah yang mungkin timbul bisa ditekan sehingga evaluasi insidental ini pun bisa dikurangi.

Monitoring & Evaluation

Dalam menjalankan suatu usaha, Anda harus bisa meyakinkan diri sendiri bahwa Anda mampu untuk mengembangkan diri dan menjadi lebih baik dalam segala hal yang Anda lakukan dibandingkan dengan kompetitor Anda. Hal ini adalah yang menjadi dasar dorongan bagi diri Anda untuk terus memantau dan memastikan bahwa usaha Anda tetap berada dijalur yang tepat. Menjalankan usaha tanpa adanya pengawasan dan evaluasi sama halnya dengan bepergian ke tempat asing tanpa peta atau petunjuk jalan. Anda tidak akan tahu seberapa jauh perkembangan usaha atau arah tujuan Anda tanpa adanya pemantauan dan evaluasi.

Ada beberapa hal yang Anda perlu lakukan dalam melakukan evaluasi, yaitu:
  1. Bagaimana posisi keseluruhan usaha anda?
    Anda mengevaluasi seberapa jauh pencapaian hasil dari keseluruhan usaha anda. Dengan begitu Anda bisa mengetahui berapa jumlah harta (modal/pendapatan usaha) Anda, berapa jumlah hutang-hutang Anda pada pihak lain, Berapa rata-rata pengeluaran dalam sebulan, dan berapa pendapatan bersih yang diperoleh setiap bulannya. Apakah ada penyimpangan dalam masalah keuangan? Jadi, biasakanlah untuk melakukan pengecekan posisi keuangan usaha Anda setiap saat.

  2. Apakah ada kemajuan atau kemunduran usaha?
    Setelah mengetahui posisi keuangan Anda, selanjutnya Anda melakukan evaluasi terhadap kegiatan usaha Anda. Apakah usaha Anda mengalami kemajuan atau kemunduran? Cara mudahnya adalah dengan membandingkan pada saat awal anda menjalankan usaha dengan setelahnya (biasanya dengan jangka waktu pembanding yang waktunya dapat anda tentukan sendiri, misalnya seperti 3 bulan, 6 bulan, atau satu tahun sekali setelah usaha berjalan)

  3. Lakukan langkah perbaikan atau pengembangan
    Setelah menerima laporan keuangan, Anda harus bersikap tenang dan berpikir melakukan perbaikan (apabila diketahui bahwa usaha mengalami kemunduran) dengan tujuan agar usaha Anda tidak semakin terpuruk. Sedini mungkin Anda harus mencoba mencari langkah yang tepat dalam memperbaiki usaha Anda.

    Caranya, berikanlah perhatian pada penjualan yang menurun. Dimana kira-kira letak kesalahannya, sehingga Anda bisa melakukan langkah-langkah efektif untuk mengatasinya, dan bisa segera melakukan ‘penyehatan’ agar usaha Anda kembali berjalan baik. Tetapi apabila kondisi keuangan dan penjualan Anda telah sehat dan mengalami peningkatan, usahakan janglah ‘cepat puas’ dulu. Karena masih banyak sekali yang perlu Anda lakukan untuk mengembangkan usaha Anda lebih tinggi dari pencapaian hasil yang diperoleh pada periode kemarin.

  4. Pikirkan target usaha Anda selanjutnya
    Anda dituntut untuk memikirkan ‘target’ selanjutnya dengan upaya Anda melakukan perbaikan atau pengembangan usaha. Coba pikirkan secara cermat, apakah dengan kondisi saat ini Anda ingin mendongkrak penjualan usaha Anda karena angka penjualan mengalami kerugian yang cukup besar? Coba Anda cari peluang target apa yang kira-kira tepat untuk Anda lakukan. Misalnya seperti, Apakah ini saatnya Anda melakukan promosi lebih gencar? Apa sudah waktunya Anda melakukan ekspansi usaha ke tempat lain yang lebih ramai?

Jadi Apa yang Perlu Ditingkatkan dari Seorang Entrepreneur?

Umumnya, pelanggan itu berada dalam keadaan sadar akan hasratnya untuk memperoleh dan mengkonsumsi suatu barang atau jasa sesuai dengan kebutuhan atau keinginannya. Tetapi banyak pula yang terjadi sebaliknya, dimana pelanggan mulai menyadari bahwa ia membutuhkan barang atau jasa tersebut setelah melihat sendiri atau mendengar dari orang lain mengenai keuntungan yang akan ia peroleh, meskipun sebelumnya tidak terpikir olehnya bahwa barang atau jasa tersebut adalah sesuai dengan keinginannya.

Kebutuhan atau keinginan pelanggan tersebut harus dilihat dan ditangkap secara gamblang oleh entrepreneur untuk dapat dijadikan suatu peluang. Seringkali peluang sudah dilihat didepan mata, namun tidak ditangkap oleh Anda. Dan seringkali pula peluang yang sudah ditangkap digenggaman pun anda biarkan begitu saja, tanpa anda manfaatkan. Sehingga peluang tersebut pun bisa saja hilang atau dimanfaatkan oleh kompetitor Anda.

Hal ini dapat terjadi secara sadar ataupun tidak sadar pada seseorang yang sedang menjalankan suatu usaha. Didepannya padahal sudah terpampang peluang yang menganga begitu besar, namun adanya peluang tersebut tidak disadari olehnya. Peluang tersebut merupakan kesempatan bagi dirinya untuk dapat mengembangkan usaha. Oleh karena itu, seorang entrepreneur harus mengasah kepekaannya (alertness) untuk dapat melihat setiap peluang untuk berkembang.

Kepekaan seorang entrepreneur adalah kemampuan untuk melihat dimana produk atau jasa yang semula tidak ada, mempunyai nilai tak terduga bagi pelanggan dan metode produksi baru yang dimiliki menjadi layak, yang sebelumnya tidak diketahui oleh orang lain.

Dengan mengasah kepekaan, seorang entrepreneur diharapkan dapat mengidentifikasi setiap peluang yang menguntungkan dan dapat mengambil keputusan stratejik untuk pengembangan usahanya.

08 Februari 2009

Peluang untuk Mengembangkan Usaha

Apabila kita berbicara mengenai pengembangan tentu saja berkaitan erat juga dengan apa yang dinamakan perubahan. Kita semua tahu bahwa pengembangan pastilah akan menghasilkan suatu perubahan. Goethe, seorang filsuf dari Jerman, mengatakan bahwa kita harus senantiasa berubah, memperbarui, meremajakan diri sendiri. Kalau tidak kita akan mengeras!

Mungkin yang dimaksud mengeras diatas adalah bahwa kita tidak berkembang lagi. Kita berada dalam kondisi stagnant, tidak berjalan maju. Dan itupun paling tidak menjadi hal yang lebih baik daripada kita berjalan mundur, dan mentok ke posisi semula.

Berkaitan dengan hal tersebut, banyak sekali para entrepreneur kita yang telah berhasil mendirikan dan membangun suatu usaha, terlihat sulit atau bisa dibilang gagal untuk dapat mengembangkan usahanya lebih lanjut. Bahkan yang lebih buruk lagi, kondisi ini dapat saja menjadikan usahanya menjadi mundur dan tutup usia. Coba bayangkan, berapa banyak curahan waktu, pikiran, dan uang yang telah ia perjuangkan pada saat pendirian usaha tersebut yang telah terbuang begitu saja. Dan yang tersisapun hanya berupa pengalaman ‘trial and error’ usahanya. Sampai poin ini, Anda jangan buat kesimpulan terlebih dahulu!

Nah, sekarang bayangkan pula apabila kondisi ini terjadi pada diri Anda dan usaha yang telah Anda lakukan saat ini. Mungkin bagi Anda yang baru akan memulai suatu usaha, sudah akan merasa ill feel atau mati rasa untuk meneruskan semangat Anda yang tadinya begitu menggebu-gebu dengan angan-angan keberhasilan. Tapi bagi Anda yang sejauh ini memang sudah menjalankan usaha, tampaknya memang perlu ‘treatment’ pembelajaran mengenai bagaimana usaha Anda itu agar dapat berjalan smooth kedepan tanpa dihantui rasa takut yang tidak beralasan. “Ingat, Entrepreneur nggak ada matinya untuk terus belajar!”

Jangan matikan segala mimpi dan semangat bagi Anda yang akan memulai maupun yang telah menjalankan usaha. Yang diperlukan oleh Anda adalah begaimana Anda dapat menyadari bahwa Anda perlu memperhatikan banyak hal untuk mengembangkan usaha Anda.

Coba sekarang kita urut perkembangan Anda sampai saat ini. Visi, misi, tujuan, dan cita-cita adalah poin pertama yang kudu’ atau wajib dipegang oleh seorang entrepreneur yang ingin menjalankan suatu usaha secara fokus dan terarah. Selanjutnya, Anda membentuk tim yang berisikan ‘bibit unggul’ yang dapat bekerja serba sistem dan kompak. Tim Anda tersebut selanjutnya mengejawantahkan misi, tujuan, dan cita-cita kedalam ‘business plan’ sebagai cara untuk merealisasikan angan-angan usaha. Kemudian konkritnya, Usaha pun terbentuk dan menjalani masanya selama beberapa waktu. Tapi, apa yang terjadi? Sekarang misalkan usaha anda ‘stuck’. Apa ya kira-kira yang salah dari ‘business plan’ Anda?

Pada sesi terdahulu, tentunya Anda pernah mendengar yang namanya peluang atau opportunity kan? Bahkan sebelum anda memasukkan suatu ‘business plan’ biasanya Anda pun sudah bisa melihat dan menangkap peluang untuk dijadikan ‘bisnis’. Jadi, Kira-kira apa sih peluang itu sebenarnya?

Zimmerer dan Scarborough (2005) menjelaskan bahwa peluang itu adalah seperangkat pilihan-pilihan eksternal yang bersifat positif dimana sebuah usaha atau perusahaan dapat memanfaatkannya agar dapat mewujudkan misi, tujuan, dan cita-citanya.

Sudah agak jelas? Baik kalau begitu kita akan memahami lebih jauh lagi. Apakah peluang itu ada pada saat membangun usaha? Atau mungkinkah dapat juga dilakukan setelah usaha berjalan? Isi kedua pertanyaan tersebut adalah tepat. Peluang berada pada fase awal dan fase berjalan. Namun hal ini memiliki konteks yang berbeda. Peluang pada fase awal cenderung lebih kepada bagaimana Anda dapat meraih pelanggan atau pasar yang Anda tuju. Tetapi pada fase berjalan adalah lebih kepada bagaimana Anda dapat meneruskan atau mempertahankan pelanggan untuk mengembangkan usaha Anda yang telah dikenal oleh pelanggan.

Seringkali masalah yang timbul dalam usaha membuat Anda tidak dapat berpikir secara jernih dan Anda pun keluar dari jalur angan-angan Anda yang telah digariskan sebelumnya. Hal ini makin diperparah ketika Anda tidak mampu melihat dan menangkap peluang yang ada disekitar Anda. Sehingga Anda pun masuk dalam zona ‘stuck’.

Rambat Lupiyoadi (2004) mengatakan bahwa dunia ini penuh dengan peluang, bukan masalah. Bahkan Tuhan pun telah mengingatkan bahwa didalam masalah atau problematika yang kita hadapi, disitu pula sebenarnya ada kemudahan atau peluang. Hanya saja masalahnya apakah kita memandang suatu situasi sebagai masalah yang harus dihindari atau sebagai bisnis untuk dikejar?

Jadi, Anda dituntut untuk dapat melihat peluang agar dapat mengembangkan usaha Anda. Peluang tersebut akan membesarkan usaha Anda. Masalah yang timbul mungkin dapat menjadi persoalan yang penting untuk diatasi. Tapi akan lebih baik apabila masalah tersebut diubah menjadi peluang untuk berkembang.

Untuk dapat berkembang, anda dituntut untuk dapat bersaing dengan para saingan usaha anda. Mengenali kondisi tipikal persaingan baru saat ini sangatlah anda perlukan. Anda dapat mengibaratkannya sebagai seorang teman yang baru saja anda kenal. Apakah anda dapat beradaptasi dengan teman anda dan memahami teman anda, sedangkan anda sendiri belum mengetahui secara jelas tipikal teman anda? Nah, berikut ini gambaran umum dari tipikal kondisi persaingan baru saat ini.
  • Para entrepreneur sulit untuk mengenal siapa, dimana, bilamana, serta bagaimana kekuatan dan kelemahan pesaingnya
  • Perubahan yang berjalan dengan cepat
  • Tingkat kompetisi yang sangat tinggi
  • Timbulnya berbagai hal diluar perkiraan dan pengalaman Anda sebelumnya

Membangun Tim yang Solid

Keberhasilan suatu usaha selain ditentukan oleh pemimpin dan kepemimpinannya, biasanya tidak terlepas dari kerjasama tim yang baik dalam hal ini karyawan dan pimpinannya. Semua anggota tim merasa sehati dan sejiwa untuk maju demi mencapai tujuan bersama. Ibarat menumpang sebuah kapal yang berlayar menuju pulau impian, Anda dan tim Anda bekerja sama mengemudikan kapal tersebut untuk mencapai tujuan yang telah Anda sepakati bersama.

Kerja sama tim hanya mungkin terwujud jika Anda sebagai entrepreneur yang memimpin perusahaan, memang berkeinginan untuk membangunnya. Untuk membangun sebuah tim yang tangguh terdapat beberapa hal yang harus Anda lakukan, antara lain:
  • Lakukan manajemen terbuka
    Tujuannya adalah setiap anggota tim memiliki informasi terkini dan terbaik. Cara ini akan mengembangkan kepercayaan di dalam tim Anda. Berbagi informasi tentang perusahaan seringkali bisa memperkuat teamwork di seluruh perusahaan, karena karyawan sama-sama mendapat informasi, dan hal ini akan menimbulkan rasa kesetaraan diantara mereka.

  • Berdayakanlah anggota tim
    Lakukan berbagai pelatihan untuk mengembangkan ketrampilan bekerja dan berfikir. Sampai batas tertentu, bebaskan mereka untuk melakukan pengambilan keputusan atas tugas mereka, biarkan merek menerapkan ide-ide mereka. Bukan tidak mungkin ide-ide bagus akan muncul dari mereka, untuk kemudian dikembangkan demi kemajuan usaha.

  • Libatkan anggota tim dalam pengambilan keputusan
    Dengan dilibatkan dari awal, biasanya orang akan memiliki komitmen yang tinggi ketika mengerjakan sesuatu. Tandanya, ia akan bekerja keras, penuh inisiatif, antusias dan tanpa menyerah. Ia menikmati dan menjiwai pekerjaannya.

  • Perhatikan kesejahteraan mereka
    Jika usaha Anda maju dan berkembang, maka sewajarnyalah Anda meningkatkan kesejahteraan para karyawan tersebut.
Pentingnya Berbagi Peran
Untuk membantu membangun prestasi kerja dan teamwork salah satu caranya adalah dengan berbagi peran. Anda sebagai pemimpin menugaskan pada anggota tim peran yang berhubungan dengan penyelesaian tugas.

Untuk menentukan peran masing-masing anggota tim, dibutuhkan kejelian dan informasi tentang keahlian dan kemampuan mereka, sehingga Anda dapat membagi peran yang sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Peran tidak harus selalu tetap, dan anggota tim yang sama terkadang menempati lebih dari satu peran.

Berikut beberapa contoh peran tugas dalam suatu tim yang efektif:
  • Seorang pencipta ide (ideator) adalah orang yang cakap dalam menemukan ide
  • Seorang inventor menerjemahkan ide-ide ke realitas, dan karena itu berfungsi sebagai implementator
  • Seorang champion tidak sabar untuk melihat visinya menjadi kenyataan. Sebagi pemimpin Anda mungkin menugaskan peran ini pada diri Anda sendiri. Untuk menjadi pemimpin besar, jangan lupa mencari yang nomor satu.
  • Seorang sponsor memiliki kekuatan untuk melindungi, membentengi dan mendorong suatu proyek / usaha. Sponsor biasanya adalah eksekutif senior.
  • Technical gatekeeper adalah anggota tim yang mengumpulkan, menyatukan, mengorganisir dan menyebarkan informasi teknis, seperti teknologi baru apa yang mungkin dapat membantu kerja anggota tim.
  • Market gatekeeper adalah anggota tim yang menyatukan, mengumpulkan, mengorganisir, dan menyebarkan informasi pasar, seperti kemungkinan adanya permintaan untuk suatu prodek.
Pada awal berdirinya suatu usaha, biasanya anggota tim harus melakukan beberapa peran tersebut. Keuntungannya adalah mereka memiliki kesempatan untuk memperbesar kemampuan mereka untuk belajar. Kemudian saat usaha sudah berkembang, biasanya peran cenderung menyempit, dimana masing-masing anggota hanya akan memegang peran yang sesuai dengan keahlian khusus mereka. Keuntungannya adalah apa yang mereka kerjakan menjadi fokus, satu orang mengerjakan satu peran.

Update Design Header Menu

Pada hari sabtu, 7 Februari 2009 dilakukan update design header menu Productsdb.com yakni tampilan gambar background sehingga lebih serasi untuk warna dan tampilan dari pada sebelumnya. Untuk proses upload ke server juga dilakukan pada hari itu juga.

03 Februari 2009

Sub Domain Productsdb.com - http://en.productsdb.com

Saat ini Productsdb.com sudah mempunyai sub domain yang hanya berbahasa inggris yaitu http://en.productsdb.com. Meskipun dari awal pada halaman depan sudah disediakan pemilihan bahasa yaitu bahasa Indonesia sebagai default dan bahasa Inggris, dengan adanya sub domain ini, maka bahasa default yang dipakai adalah bahasa Inggris.

Pembuatan sub domain ini telah selesai dan fix dari ujicoba pada hari Minggu, 1 Februari 2009. Dengan adanya sub domain berbahasa Inggris, anggota Productsb.com dapat memasarkan produknya lebih luas lagi dengan bahasa yang dimengerti orang luar negeri.