Tampilkan postingan dengan label Internet Marketing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internet Marketing. Tampilkan semua postingan

06 November 2008

Beberapa Tips dan Trik dalam Penggunaan E-Commerce

Saat ini, hampir semua calon konsumen menanyakan, “Ada websitenya nggak?” apabila ditawari sebuah produk, jasa atau pilihan berbisnis. Karena itulah, kini keberadaan sebuah Toko Online / internet marketing system menjadi hal penting dalam menjalankan business, baik berjualan barang maupun jasa. Maka, terlebih dulu harus diketahui masalah apa saja yang ditemui saat telah memiliki Toko Online / online shop.

Siapa sebetulnya yang menjadi target customer? Apakah internasional atau nasional? Hal lain yang harus dipikirkan adalah masalah pembayaran, pemesanan, pengepakan dan pengiriman.
Berikut adalah masukan dari anggota dan moderator milis Dunia Wirausaha yang sukses berjualan lewat internet, maupun sukses pula menjadi konsumen Toko Online :
  1. Umumnya masalah yang ditemui bagi (calon) konsumen dari Indonesia adalah yang berkaitan dengan kepercayaan. Calon konsumen banyak yang susah percaya dengan sistem penjualan online (misalnya, takut tertipu sudah melakukan pembayaran namun tidak ada pengantaran barang).

    Cara paling mudah untuk mencegah hal ini adalah dengan mencantumkan alamat dan nomor telepon di website atau di signature email, karena ini menjadi bukti bahwa penjualan ini tidak main-main atau bohongan, sekaligus memberikan kepercayaan pada calon konsumen bahwa penjual “mudah dicari”. Ini sesuai pula dengan masukan salah seorang anggota Milis Dunia Wirausaha yang melihat performance sebuah online shop berdasarkan history penjualan selama ini, misalnya di E-bay dimana konsumen bisa melihat sudah berapa banyak penjualan yang berhasil dilakukan. Ketidakpercayaan ini juga bisa timbul karena calon konsumen tidak bisa melihat langsung contoh barang yang dijual. Karena itu, sebaiknya ada pula keterangan mengenai Info Barang.

  2. Perlu adanya info tentang barang yang jelas dan cukup detail karena calon konsumen tidak bisa langsung memegang dan melihat (langsung) barang yang ingin dibeli. Foto produk adalah hal yang sangat penting, termasuk juga apabila barang yang dijual tersebut multifungsi. Sebaiknya menyediakan berbagai tampilan foto yang memperlihatkan masing-masing fungsinya.Detail-detail lain yang selayaknya ditampilkan pula ialah :
    • Pilihan warna (dengan foto)
    • Info ukuran dan info bahan
    • Info Perawaran
    • Info pengecekan jumlah barang yang tersedia
    Sebaiknya langsung tersedia info ini (bukan menghubungi kembali), karena ini akan mempengaruhi keinginan konsumen untuk membeli (berkaitan dengan total berat barang yang yang akan dibeli dan perbandingannya dengan ongkos pengiriman)

  3. Harga yang kompetitif. Pasalnya, konsumen online biasanya akan lebih mudah membandingkan dengan harga-harga jual di toko online lainnya ataupun toko biasa

  4. Pengiriman yang murah dan cepat biasanya menjadi masukan juga untuk si calon konsumen.
    Beban biaya pengiriman akan lumayan terasa berat jika barangnya sendiri kecil secara ukuran atau murah secara nominal harga. Akan lebih baik jika ada penawaran beberapa jenis kiriman, biasa atau ekspress. Akan tetapi ada pula pengiriman barang yang tidak memperhatikan dimensi dan berat total barang.

    TIKI termasuk salah satu jasa pengiriman yang direkomendasikan karena calon konsumen bisa mengecek sendiri lewat www.tiki.co.id untuk melihat harga kirim sesuai wilayah dan berat.

    Alternatif lainnya, ialah membuat jasa kurir sendiri (khusus) untuk melayani pengiriman (untuk pengiriman lokal, misalnya Jakarta saja) dimana jasa kurir ini juga bisa bekerja sama dengan kurir lain untuk pengiriman luar kota.

  5. Untuk pembayaran, ada beberapa alternatif. Akan lebih mudah bagi konsumen apabila ada beberapa pilihan pembayaran misalnya: transfer bank setelah barang diterima, pembayaran didepan atau kartu kredit.
    Untuk COD (Cash on Delivery), sebaiknya hal ini dipilih apabila menggunakan jasa kurir pribadi, terutama untuk konsumen baru (yang baru pertama kali membeli atau memakai jasa) dimana umumnya mereka lebih merasa aman dengan COD. Akan jadi nilai plus apabila sang kurir bisa menerangkan pada konsumen tentang cara pemakaian barang tersebut.

  6. Pengemasan, tergantung pada barang apa yang dijual dan lokasi tujuan barang. Biasanya kalau dekat, cukup dengan plastik, namun untuk luar kota tetap harus ada pengemasan yang lebih kuat dan aman, apalagi jika barangnya dapat rusak atau pecah.

  7. Customer Service harus tersedia dan siap dihubungi oleh konsumen kapan saja. Karena e-commerce tergolong baru di Indonesia, jadi jika barang belum diterima, konsumen sering was-was dan terus menerus menghubungi penjual. Maka sangat diperlukan customer service yang dapat dengan cepat menanggapi pertanyaan maupun keluhan.

  8. Pilih tempat web hosting yang reliable dan supportnya mudah di hubungi

  9. Adanya keterangan update pemesanan sampai pengiriman. Misalnya, pemberitahuan setelah form pesanan diterima, pemberitahuan setelah pembayaran diterima, serta pemberitahuan mengenai waktu pengiriman dan perkiraan tiba di tempat konsumen

  10. Insentif untuk pengunjung atau konsumen. Misalnya untuk konsumen yang aktif di website tersebut, ex: tersedia potongan harga senilai Rp.X untuk pengunjung yang mengisi kuesioner. Intinya, seperti masukan seorang anggota milis Dunia Wirausaha yaitu Toko Online yang “bagus” adalah yang bagus secara sistem aplikasi juga sistem pelayanannya.

  11. Komersialisasi situs web. Pemilik juga harus memperhatikan sumber pendanaan per bulannya, antara lain untuk hosting dan domain Jika belum mendapatkan pendapatan dari web, maka ia harus menyediakan cadangan dana. Karena itu mengkomersialisasi-kan web Toko Online juga bisa menjadi perhatian khusus.
    Contoh, lewat pemasangan iklan banner di mana pengiklan biasanya mau memasang iklan apabila web tersebut ramai pengunjungnya.Untuk melihat hal ini, perlu disediakan juga tools untuk memeriksa traffic kunjungan, dan cara-cara internet marketing yang baik (tidak melakukan spam).

31 Oktober 2008

Mekanisme E-Commerce

Transaksi elektronik antara e-merchant (pihak yang menawarkan barang atau jasa melalui internet) dengan e-customer (pihak yang membeli barang atau jasa melalui internet) yang terjadi di dunia maya atau di internet pada umumnya berlangsung secara paperless transaction, sedangkan dokumen yang digunakan dalam transaksi tersebut bukanlah paper document, melainkan dokumen elektronik (digital document).

Kontrak on line dalam e-commerce menurut Santiago Cavanillas dan A. Martines Nadal, seperti yang dikutip oleh Arsyad Sanusi memiliki banyak tipe dan variasi yaitu :
  1. Kontrak melalui chatting dan video conference
  2. Kontrak melalui e-mail
  3. Kontrak melalui web atau situs

Chatting dan Video Conference adalah alat komunikasi yang disediakan oleh internet yang biasa digunakan untuk dialog interaktif secara langsung. Dengan chatting seseorang dapat berkomunikasi secara langsung dengan orang lain persis seperti telepon, hanya saja komunikasi lewat chatting ini adalah tulisan atau pernyataan yang terbaca pada komputer masing-masing.

Sesuai dengan namanya, video conference adalah alat untuk berbicara dengan beberapa pihak dengan melihat gambar dan mendengar suara secara langsung pihak yang dihubungi dengan alat ini. Dengan demikian melakukan kontrak dengan menggunakan jasa chatting dan video conference ini dapat dilakukan secara langsung antara beberapa pihak dengan menggunakan sarana komputer atau monitor televisi.

Kontrak melalui e-mail adalah salah satu kontrak on-line yang sangat populer karena pengguna e-mail saat ini sangat banyak dan mendunia dengan biaya yang sangat murah dan waktu yang efisien. Untuk memperoleh alamat e-mail dapat dilakukan dengan cara mendaftarkan diri kepada penyedia layanan e-mail gratis atau dengan mendaftarkan diri sebagai subscriber pada server atau ISP tertentu. Kontrak e-mail dapat berupa penawaran yang dikirimkan kepada seseorang atau kepada banyak orang yang tergabung dalam sebuah mailing list, serta penerimaan dan pemberitahuan penerimaan yang seluruhnya dikirimkan melalui e-mail. Di samping itu kontrak e-mail dapat dilakukan dengan penawaran barangnya diberikan melalui situs web yang memposting penawarannya, sedangkan penerimaannya dilakukan melalui e-mail.

Kontrak melalui web dapat dilakukan dengan cara situs web seorang supplier (baik yang berlokasi di server supplier maupun diletakkan pada server pihak ketiga) memiliki diskripsi produk atau jasa dan satu seri halaman yang bersifat self-contraction, yaitu dapat digunakan untuk membuat kontrak sendiri, yang memungkinkan pengunjung web untuk memesan produk atau jasa tersebut. Para konsumen harus menyediakan informasi personal dan harus menyertakan nomor kartu kredit.

Selanjutnya, mekanismenya adalah sebagai berikut:
  1. Untuk produk on line yang berupa software, pembeli diizinkan untuk men-download-nya
  2. Untuk produk yang berwujud fisik, pengiriman barang dilakukan sampai di rumah konsumen
  3. Untuk pembelian jasa, supplier menyediakan untuk melayani konsumen sesuai dengan waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam perjanjian.
Mekanisme transaksi elektronik dengan e-commerce dimulai dengan adanya penawaran suatu produk tertentu oleh penjual (misalnya bertempat kedudukan di USA) di suatu website melalui server yang berada di Indonesia (misalnya detik.com). Apabila konsumen Indonesia melakukan pembelian, maka konsumen tersebut akan mengisi order mail yang telah disediakan oleh pihak penjual.

Selanjutnya cara pembayaran yang dapat dilakukan oleh konsumen tersebut dapat memilih dengan :
- Transaksi model ATM
- Pembayaran langsung antara dua pihak yang bertransaksi tanpa perantara
- Perantaraan pihak ketiga
- Micropayment
- Anonymous Digital Cash

Dewasa ini lembaga-lembaga pembiayaan, seperti Visa dan Mastercard, telah mengembangkan sistem pembayaran dengan Secure Electronic Transaction (SET). Dengan sistem ini transaksi akan melibatkan lembaga CA (Certificate of Authenticity) dan payment gateway. Uraian mengenai hal ini selanjutnya akan dibahas pada bagian terakhir bahasan Hukum dan Cyberlaw. Tetapi pada intinya mekanisme pembayaran dengan menggunakan SET ini melibatkan beberapa pihak yaitu :
  • Issuer, yaitu institusi financial yang mengeluarkan kartu bank
  • Cardholder, yaitu konsumen yang telah terdaftar di issuer
  • Merchant, yaitu penjual barang atau jasa atau informasi
  • Acquirer, yaitu institusi finansial yang menyediakan pelayanan untuk memproses transaksi kartu bank
  • CA, yaitu lembaga yang memiliki otoritas untuk mengeluarkan sertifikat digital

Apabila proses pembayaran tersebut telah diotorisasi, maka proses selanjutnya adalah pengiriman barang. Cara pengiriman barang tersebut disesuaikan dengan macam produk yang diperdagangkan. Untuk produk yang berupa barang-barang berwujud, maka pengirimannya dilakukan melalui pengiriman biasa, sedangkan untuk barang-barang tak berwujud seperti jasa, software atau produk digital lainnya maka pengirimannya melalui proses download.

Dalam proses terjadinya transaksi e-commerce, menurut Julian Ding sebagaimana dikutip oleh Marian Darus Badrulzaman menentukan bahwa: “A contract is a struck when two or more persons agree to a certain course of conduct”.

Maksudnya, kontrak adalah sebagai pertemuan dalam dua atau lebih pihak setuju melakukan tindakan tertentu, sehingga pada saat itulah kesepakatan tercapai.

30 Oktober 2008

Karakteristik E-Commerce

Berbeda dengan transaksi perdagangan biasa, transaksi e-commerce memiliki beberapa karakteristik yang sangat khusus, yaitu :
  1. Transaksi tanpa batas
    Sebelum era internet, batas-batas geografi menjadi penghalang suatu perusahaan atau individu yang ingin go-international. Sehingga, hanya perusahaan atau individu dengan modal besar yang dapat memasarkan produknya ke luar negeri.Dewasa ini dengan internet pengusaha kecil dan menengah dapat memasarkan produknya secara internasional cukup dengan membuat situs web atau dengan memasang iklan di situs-situs internet tanpa batas waktu (24 jam), dan tentu saja pelanggan dari seluruh dunia dapat mengakses situs tersebut dan melakukan transaksi secara on line.

  2. Transaksi anonim
    Para penjual dan pembeli dalam transaksi melalui internet tidak harus bertemu muka satu sama lainnya. Penjual tidak memerlukan nama dari pembeli sepanjang mengenai pembayarannya telah diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran yang ditentukan, yang biasanya dengan kartu kredit.

  3. Produk digital dan non digital
    Produk-produk digital seperti software komputer, musik dan produk lain yang bersifat digital dapat dipasarkan melalui internet dengan cara mendownload secara elektronik. Dalam perkembangannya obyek yang ditawarkan melalui internet juga meliputi barang-barang kebutuhan hidup lainnya.

  4. Produk barang tak berwujud
    Banyak perusahaan yang bergerak di bidang e-commerce dengan menawarkan barang tak berwujud separti data, software dan ide-ide yang dijual melalui internet.

Implementasi e-commerce pada dunia industri yang penerapannya semakin lama semakin luas tidak hanya mengubah suasana kompetisi menjadi semakin dinamis dan global, namun telah membentuk suatu masyarakat tersendiri yang dinamakan Komunitas Bisnis Elektronik (Electronic Business Community). Komunitas ini memanfaatkan cyberspace sebagai tempat bertemu, berkomunikasi, dan berkoordinasi ini secara intens memanfaatkan media dan infrastruktur telekomunikasi dan teknologi informasi dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari.

Seperti halnya pada masyarakat tradisional, pertemuan antara berbagai pihak dengan beragam kepentingan secara natural telah membentuk sebuah pasar tersendiri tempat bertemunya permintaan (demand) dan penawaran (supply). Transaksi yang terjadi antara demand dan supply dapat dengan mudah dilakukan walaupun yang bersangkutan berada dalam sisi geografis yang berbeda karena kemajuan dan perkembangan teknologi informasi, yang dalam hal ini adalah teknologi e-commerce.


Secara umum e-commerce dapat diklasifasikan menjadi dua jenis yaitu; Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C). Business to Business (B2B) adalah sistem komunikasi bisnis on-line antar pelaku bisnis, sedangkan Business to Consumer (B2C) merupakan mekanisme toko on-line (electronic shopping mall), yaitu transaksi antara e-merchant dengan e-customer

Dalam Business to Business pada umumnya transaksi dilakukan oleh para trading partners yang sudah saling kenal dengan format data yang telah disepakati bersama. Sedangkan dalam Business to Customer sifatnya terbuka untuk publik, sehingga setiap individu dapat mengaksesnya melalui suatu web server. Dalam kajian ini, untuk selanjutnya yang akan dibahas adalah Business to
Customer.

Internet Commerce

Internet commerce adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk perdagangan. Kegiatan komersial ini seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirim melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.

Penggunaan internet sebagai media pemasaran dan saluran penjualan terbukti mempunyai keuntungan antara lain untuk beberapa produk tertentu lebih sesuai ditawarkan melalui internet; harga lebih murah mengingat membuat situs di internet lebih murah biayanya dibandingkan dengan membuka outlet retail di berbagai tempat; internet merupakan media promosi perusahaan
dan produk yang paling tepat dengan harga yang relatif lebih murah; serta pembelian melalui internet akan diikuti dengan layanan pengantaran barang sampai di tempat pemesan.

Electronic Data Interchange (EDI)

EDI adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi reguler yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial.

Secara formal EDI didefinisikan oleh International Data Exchange Association (IDEA) sebagai “transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disetujui yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain dengan menggunakan media elektronik”.
EDI sangat luas penggunaannya, biasanya digunakan oleh kelompok retail yang besar ketika melakukan bisnis dagang dengan para supplier mereka.

EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem komputer yang satu ke sistem komputer yang lain tanpa memerlukan hardcopy, faktur, serta terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi dari manusia.
Keuntungan dalam menggunakan EDI adalah waktu pemesanan yang singkat, mengurangi biaya, mengurangi kesalahan, memperoleh respon yang cepat, pengiriman faktur yang cepat dan akurat serta pembayaran dapat dilakukan secara elektronik.

Electronic Markets (EMs)

EMs adalah sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan/menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan. Keuntungan fasilitas EMs bagi pelanggan adalah terlihat lebih nyata dan efisien dalam hal waktu. Sedangkan bagi penjual, ia dapat mendistribusikan informasi mengenai produk dan service yang ditawarkan dengan lebih cepat sehingga dapat menarik pelanggan lebih banyak.

Mengenal E-Commerce

Perdagangan sebenarnya merupakan kegiatan yang dilakukan manusia sejak awal peradabannya. Sejalan dengan perkembangan manusia, cara dan sarana yang digunakan untuk berdagang senantiasa berubah. Bentuk perdagangan terbaru yang kian memudahkan penggunanya kini ialah e-commerce. Makhluk apa sesungguhnya e-commerce itu, bagaimana ia dapat mempermudah penggunanya, serta peran pentingnya akan dibahas dalam tulisan ini.

Pengertian E-Commerce

Electronic Commerce (Perniagaan Elektronik), sebagai bagian dari Electronic Business (bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission), oleh para ahli dan pelaku bisnis dicoba dirumuskan definisinya. Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulannya, "e-commerce is a part of e-business".

Media elektronik yang dibicarakan di dalam tulisan ini untuk sementara hanya difokuskan dalam hal penggunaan media internet. Pasalnya, penggunaan internetlah yang saat ini paling populer digunakan oleh banyak orang, selain merupakan hal yang bisa dikategorikan sebagai hal yang sedang ‘booming’. Perlu digarisbawahi, dengan adanya perkembangan teknologi di masa mendatang, terbuka kemungkinan adanya penggunaan media jaringan lain selain internet dalam e-commerce. Jadi pemikiran kita jangan hanya terpaku pada penggunaan media internet belaka.

Penggunaan internet dipilih oleh kebanyakan orang sekarang ini karena kemudahan-kemudahan yang dimiliki oleh jaringan internet, yaitu:
  1. Internet sebagai jaringan publik yang sangat besar (huge/widespread network), layaknya yang dimiliki suatu jaringan publik elektronik, yaitu murah, cepat dan kemudahan akses.
  2. Menggunakan electronic data sebagai media penyampaian pesan/data sehingga dapat dilakukan pengiriman dan penerimaan informasi secara mudah dan ringkas, baik dalam bentuk data elektronik analog maupun digital.

E-commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers), manufaktur (manufactures), service providers dan pedagang perantara (intermediaries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (komputer networks) yaitu internet.

Julian Ding dalam bukunya E-commerce: Law & Practice, mengemukakan bahwa e-commerce sebagai suatu konsep yang tidak dapat didefinisikan. E-commerce memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda.

Sedangkan Onno W. Purbo dan Aang Wahyudi yang mengutip pendapatnya David Baum, menyebutkan bahwa: “e-commerce is a dynamic set of technologies, aplications, and business procces that link enterprises, consumers, and communities through electronic transaction and the electronic exchange of goods, services, and information”. Bahwa e-commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.

E-commerce digunakan sebagai transaksi bisnis antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, antara perusahaan dengan pelanggan (customer), atau antara perusahaan dengan institusi yang bergerak dalam pelayanan public. Jika diklasifikasikan, sistem e-commerce terbagi menjadi tiga tipe aplikasi, yaitu:
  1. Electronic Markets (EMs)
  2. Electronic Data Interchange (EDI)
  3. Internet Commerce

24 Oktober 2008

Jenis e-Commerce

eCommerce dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu Business to Business (B2B)
dan Business to Consumer (B2C, retail). Kedua jenis eCommerce ini memiliki
karakteristik yang berbeda.

Business to Business eCommerce memiliki karakteristik:
  • Trading partners yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan
    (relationship) yang cukup lama. Informasi hanya dipertukarkan dengan partner
    tersebut. Dikarenakan sudah mengenal lawan komunikasi, maka jenis informasi
    yang dikirimkan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaan
    (trust).
  • Pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang-ulang dan secara berkala,
    misalnya setiap hari, dengan format data yang sudah disepakati bersama.
    Dengan kata lain, servis yang digunakan sudah tertentu. Hal ini memudahkan
    pertukaran data untuk dua entiti yang menggunakan standar yang sama.
  • Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus
    menunggu parternya.
  • Model yang umum digunakan adalah peer-to-peer, dimana processing intelligence
    dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.
Topik yang juga mungkin termasuk di dalam business-to-business eCommerce
adalah electronic/Internet procurement dan Enterprise Resource Planning (ERP).
Hal ini adalah implementasi penggunaan teknologi informasi pada perusahaan dan
pada manufakturing. Sebagai contoh, perusahaan Cisco maju pesat dikarenakan
menggunakan teknologi informasi sehingga dapat menjalankan just-in-time
manufacturing untuk produksi produknya.

Business to Consumer eCommerce memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum.
  • Servis yang diberikan bersifat umum (generic) dengan mekanisme yang dapat
    digunakan oleh khalayak ramai. Sebagai contoh, karena sistem Web sudah
    umum digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis Web.
  • Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumer melakukan
    inisiatif dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.
  • Pendekatan client/server sering digunakan dimana diambil asumsi client
    (consumer) menggunakan sistem yang minimal (berbasis Web) dan processing
    (business procedure) diletakkan di sisi server.
Business to Consumer eCommerce memiliki permasalahan yang berbeda. Mekanisme
untuk mendekati consumer pada saat ini menggunakan bermacam-macam
pendekatan seperti misalnya dengan menggunakan “electronic shopping mall” atau
menggunakan konsep “portal”.

Electronic shopping mall menggunakan web sites untuk menjajakan produk dan
servis. Para penjual produk dan servis membuat sebuah storefront yang menyediakan
katalog produk dan servis yang diberikannya. Calon pembeli dapat melihat-lihat
produk dan servis yang tersedia seperti halnya dalam kehidupan sehari-hari dengan
melakukan window shopping. Bedanya, (calon) pembeli dapat melakukan shopping
ini kapan saja dan darimana saja dia berada tanpa dibatasi oleh jam buka toko.
Contoh penggunaan web site untuk menjajakan produk dan servis antara lain:
  • Amazon.com Amazon merupakan toko buku virtual yang
    menjual buku melalui web sitenya. Kesuksesan Amazon yang luar biasa
    menyebabkan toko buku lain harus melakukan hal yang sama.
  • eBay.com Merupakan tempat lelang on-line.
  • NetMarket yang merupakan direct marketing dari
    Cendant (hasil merge dari HFC, CUC International, Forbes projects). NetMarket
    akan mampu menjual 95% dari kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Menurut sebuah report dari E&Y Consulting, perkembangan Business to Business
lebih pesat daripada Business to Consumer. Itulah sebabnya banyak orang mulai
bergerak di bidang Business-to-business. Meskipun demikian, Business-to-Consumer
masih memiliki pasar yang besar yang tidak dapat dibiarkan begitu saja. Tingginya
PC penetration (teledensity) menunjukkan indikasi bahwa banyak orang yang
berminat untuk melakukan transaksi bisnis dari rumah. Negara yang memiliki indikator
PC penetration yang tinggi mungkin dapat dianggap sebagai negara yang lebih siap
untuk melakukan eCommerce.

Budi Rahardjo - PPAU Mikroelektronika - ITB

16 September 2008

e-Marketing

e-Marketing, online promotion merupakan salah satu kunci pokok kesuksesan sebuah homepage/website. Trik dan strategi yang pas dalam melakukan e-marketing untuk sebuah homepage/website sangat menentukan banyak tidaknya pengunjung, dan eksistensi website untuk masa yang akan datang.
Classifieds Advertising
Gunakan sarana gratis ini untuk mempromosikan website Anda, pilih channel classifieds yang sesuai bisnis Anda, atau informasi yang akan Anda publikasikan, lakukan secara periodik harian, mingguan, atau bulanan, tergantung tingkat keramaian classifieds tersebut. Banner dan Link Exchange, Advertising/Iklan, Pembuatan brosur, kartu nama, flier, kartu pos, kalender, dan media promosi konvensioanl lainya. Signature E-mail Anda
Buat " Signature" kedalam program E-mail anda. Fasilitas ini bisa kita dapatkan dengan mudah pada Netscape E-mail, Outlook, atu eudora. Tulis nama perusahaan, alamat, no telepon , URL, alamat E-mail , dan satu penjelasan mengenai keunikan bisnis yang Anda tawarkan.
Kontribusi ke Online Forum / Mailing List
Ikuti sebanyak mungkin online forum / mailing list, dan pastikan setiap kontribusi yang Anda lakukan disertai dengan signature Nama, dan alamat website Anda

Menjual dengan Bijak

4 Hal yang perlu Anda lakukan
1 Kenali calon pembeli

Adalah baik jika Anda hati-hati dalam menjual. Usahakan mengenali calon pembeli dengan lebih baik. Berbagai tips ini tidak ditujukan untuk menakuti Anda. tapi lebih kepada menyadari Anda untuk bertindak bijak sekaligus menikmati cara berdagang :)

Catatlah semua email ataupun telepon komunikasi untuk berjaga-jaga. Untuk amannya silahkan verifikasi ulang ke alamat/telp tersebut

Sekalipun yang membeli adalah sesama anggota, tetaplah waspada karena data yang dicatat bisa jadi bukan data sebenarnya.

Gunakan nalar. Jika Anda ragu lebih baik urungkan niat jual.

2 Hindari Penipuan

Hampir semua produk yang kita jual rentan terhadap penipuan. Namun sayang tidak ada satupun cara yang ampuh untuk menghindari penipuan. Semakin canggih kita mewaspxadai semakin cerdik penipuan bertindak. Namun ada beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan pelajaran

Alamat Email. Banyak kasus penipuan terjadi karena user memakai alamat email yang didapat dari free email dimana sulit untuk dilacak

Pembayaran. Usahakan Anda menerima pembayaran sebelum produk diambil. Jangan percaya dengan kata-kata "sudah mengenal.." "untuk mengetes.." dan kata-kata yang meragukan. Jika Anda tidak mengenal baik calon pembeli, sebaiknya hindari pembayaran dengan Cek, giro ataupun alat bayar lain selain tunai.

Bertemu. Jika Anda sepakat untuk melaksanakan transaksi dengan bertemu muka. Usahakan pertemuan dilakukan ditempat umum atau jika memungkinkan bawalah teman untuk berjaga-jaga.

3 Mengatur Iklan Anda

Untuk menjual dengan cepat, Anda harus bisa mengatur Iklan Anda dengan benar. Anda bisa edit ataupun menghapus iklan Anda setiap saat. Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan antara lain:

Kategori. Tempatkan iklan Anda pada kategori yang tepat. Sehingga memudahkan calon pembeli menemukan iklan Anda. Tapi jangan menempatkan 1 iklan dalam berbagai kategori karena akan dianggap sebagai spam dan berakibat dihapusnya keanggotaan Anda

Judul iklan. Judul yang menarik tentu Anda membuat orang-orang memperhatikan. Judul yang jujur dan langsung akan dihargai oleh calon pembeli

Keterangan produk. Tempatkah diri Anda menjadi seorang pembeli, dan pikirkan apa yang kira2 ingin Anda ketahui sebagai pembeli. Tulislah keterangan tersebut.

Harga. Harga yang kemahalan akan sulit terjual. Lakukan survey harga terhadap barang yang sejenis.

Foto. Tidaklah heran jika dikatakan Foto menjelaskan seribu kata. Pembeli cenderung lebih menyukai jika produk yang dijual dilengkapi dengan foto produk.

4 Berhubungan Dengan Pembeli

Jika Ada calon pembeli yang menghubungi Anda.

Bersikap positif. Berilah pelayanan yang terbaik, jangan curiga sejak Awal. menjawab pertanyaan mereka akan membuat produk Anda lebih mudah laku.

Tanggapan yang cepat. Jawablah selalu email/message/sms calon pembeli dengan cepat. Jawaban yang lamban membuat calon pembeli menjadi malas dan mungkin membeli ditempat yang lain

Menjual Produk Via Internet

Saat ini banyak sekali penjualan produk melalui internet, bila kita ingin menjual produk kita melalui internet maka, langkah pertama kita menentukan produk apa yang akan anda jual? Disini produk kita bisa berupa barang, dagang, jasa maupun organisasi, tergantung dari kesanggupan kita masing-masing.

Kenapa produk informasi? Jawabannya cuman 1 karena biaya produksinya cuman sekali keluar bahkan cenderung murah tetapi keuntungannya bisa berpuluh - puluh kali lipat.

Tapi ingat menjual produk via internet tidak hanya terbatas pada menjual produk informasi, Bisa juga menjual produk fisik seperti yang bisa anda lakukan dengan website productsdb.com sebagi media promosi produk anda yang ingin kita jual.

Intinya saya sangat menyarankan agar dalam menjalankan internet marketing / menjual produk via internet pola pikir kita tidak terbatas hanya menjual produk informasi saja apalagi hanya yang berkaitan dengan materi internet marketing itu sendiri.

09 September 2008

Iklan Baris Gratis

Saat ini banyak sekali situs Iklan Baris Gratis, tetapi tidak sebagus www.productsdb.com yang memberikan fitur gambar untuk disetiap iklan barisnya.

Buruan daftar di www.productsdb.com untuk mendapatkan account dan keanggotaan secara gratis dan jumlah posting banyaknya iklan yang tidak dibatasi.

29 Agustus 2008

Promosi di internet

Ada banyak sekali cara untuk beriklan di Internet. Anda harus bijaksanalah memanfaatkan alat promosi online, walaupun gratis tapi kalau tidak efektif menghasilkan, berarti anda telah menyia-nyiakan waktu, tenaga dan uang untuk biaya akses internet.

1. SEARCH ENGINE ATAU MESIN PENCARI
Mendaftarkan situs ke Search Engine merupakan cara promosi paling awal yang harus dilakukan. Semua pengguna internet mempergunakan Search Engine untuk mencari apa saja yang ada di internet. Search Engine bisa mendatangkan hingga 60% dari semua penggunjung di Situs anda jika situs anda bisa menempati rangking 10 besar dari hasil pencarian keyword situs anda di Search Engine populer seperti Yaho.com atau Google.com.

Saat ini ada puluhan ribu Situs Search Engine di seluruh dunia, tapi Anda tidak perlu mendaftarkan situs Anda ke semua Situs Search Engine. Yang terpenting daftarkan Situs Anda ke Situs Search Engine yang paling banyak penggunanya seperti www.yahoo.com , www.altavista.com , www.infoseek.com , www.lycos.com , www.excite.com , www.webcrawler.com , www.hotbot.com dan www.google.com
Untuk yang dalam negeri, situs Search Engine Nasional yang populer misalnya www.searchindonesia.com , www.naver.co.id , www.indocenter.co.id , www.catcha.co.id.

2. E-MAIL MARKETING
Promosi lewat e-mail merupakan salah satu cara promosi yang efisien. Melakukan promosi lewat e-mail biasanya memanfaatkan sarana Maling list atau Safelist. Anda bisa menemukan berbagai macam mailinglist mulai dari yang beranggotakan puluhan orang hingga ribuan orang di Yahoogroups misalnya http://groups.yahoo.com.

Maling list atau safelist adalah kelompok email address dari orang-orang yang bergabung dan setuju untuk menerima email dari anggota lain dan mengirim email ke anggota lain. Setiap member Mailing list atau safelist memiliki dan membutuhkan sebuah produk dan jasa atau informasi. E-mail marketing merupakan jenis Direct marketing yang paling murah, efektif dan efisien.

3. VIRAL MARKETING
Viral marketing adalah konsep marketing yang meniru kerja virus komputer yang bisa bekerja sendiri, menyebar dengan cepat dan secara otomatis menginfeksi jutaan komputer di seluruh dunia. Itulah sebabnya viral marketing juga dinamai dengan traffic virus. Bedanya jika virus komputer sangat merugikan bagi pihak yang terkena tapi viral marketing justru menguntungkan.

Konsep dasar Viral Marketing adalah mengijinkan orang lain untuk menggunakan produk Anda secara gratis, produk anda ini bisa berupa ebook, artikel, sofware komputer, software game, ecard, dan lain -lain, selanjutnya pengguna produk anda tersebut diperbolehkan atau diminta untuk memberikannya ke orang lain dan seterusnya secara berantai, tujuannya untuk menyebarkan pemasaran anda lebih cepat melalui internet. Ide viral marketing adalah dengan mengikutsertakan iklan anda pada produk gratisan anda yang bisa dimiliki atau dipakai orang lain yang secara otomatis disebarluaskan ke orang lain."
Contoh Viral marketing adalah e-Books, web hosting gratis, tell a friends scripts, affiliate program atau downline, software komputer dan game, dan artikel.

26 Agustus 2008

Promosi Untuk Peningkatan Penjualan

Dunia usaha, baik produksi maupun jasa selalu dihadapkan dengan persaingan. Untuk mengatasi persaingan, perusahaan menempuhberbagai cara dan strategi untuk menyampaikan hasil produksinya dengan cepat, tepat, cermat, hemat dan memuaskan ke tangan konsumen. Strategi pemasaran juga disesuaikan dengan kemampuan dana perusahaan melalui bauran pemasaran yaitu faktor produk, harga, distribusi dan promosi. Kegiatan pemasaran harus dilakukan sesuai dengan tujuan perusahaan memperoleh keuntungan yaitu dengan mengadakan kegiatan promosi yang terarah, terncana dan terpadu.

Kegiatan promosi harus sejalan dengan rencana pemasaran yang diarahkan dan dikendalikan untuk mengembangkan laju perusahaan. Promosi yang tidak terkendali akan menurunkan tingkat penjualan, sehingga biaya yang dikeluarkan untuk promosi merupakan pemborosan, sedangkan saluran distribusi dipakai oleh semua perusahaan untuk memproduksi barang dengan kualitas yang baik, namun banyak pula yang gagal memenuhi target pasarnya. Keadaan ini disebabkan oleh kebijakan distribusi yang kurang tepat sehingga barang yang dihasilkan kurang laku dipasar dan menyebabkan banyak konsumen merasa kurang puas. Dengan demikian, saluran distribusi memeliki peranan penting bagi kelangsungan hidup dan tumbuh perusahaan.

Promosi merupakan aktivitas pemasaran untuk mengkomunikasikan informasi tentang perusahaan dan produknya kepada konsumen sehinggga menciptakan permintaan. Untuk dapat mengkomunikasikan produknya dengan efektif, perusahaan harus menentukan terlebih dahulu pasar sasarannya (target market) dan mengkombinasikan dengan alat promosi seperti periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, pemasaran langsung dan tenaga penjual sedemikiian rupa sehingga konsumen dapat mengenal produk perusahaan dan tertarik untuk membeli produk tersebut.